Senin, 03 Juni 2013

Setelah Hari Sakral Nanti


Belum terlalu larut saat kulewati jalanan ibukota. Taburan bintang semakin memperindah suasana malam. Berkeliling bebas menikmati dinginnya semilir angin. Setidaknya sebelum masa lajangku usai. Semakin dekat waktu itu, semakin cepat detak jantungku. Entah bagaimana nanti, esok, lusa, dan waktu-waktu selanjutnya. Dan hari itu telah tiba. Kini kusandang gelar sebagai seorang istri. Sedikit canggung ketika kini tinggal berdua seatap dengan orang yang melamarku di sebuah rumah makan setahun lalu. Mungkin belum terbiasa dengan suasana baru atau bagaimana. Entahlah. Namun aku selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarga kecilku.
Terlebih hari ini, tepat setahun aku menikah. Memang tak ada perayaan tapi setidaknya aku ingin membuat kedaan hari ini sedikit istimewa dibandingkan biasanya. Aku bergegas membersihkan rumah. Aku tak ingin ketika suamiku pulang, dia bertambah penat karena isi rumah yang berantakan, dan bersegera aku memasak masakan terlezat kesukaannya. Aku ingin saat dia pulang, dia memakan apa yang kusediakan dengan raut muka bahagia dan seskali tersenyum melihat kearahku.
Kemudian aku bergegas mandi  dan bersolek di depan cermin, memilih pakaian terbaik lalu berkaca memutar badan. Sesekali tersenyum, mencari senyuman terbaik untuk menyambut kedatangannya. Kusisir rambut hingga rapi dan kupakai parfum. Aku ingin menjadi orang yang mampu menghiburnya sejenak setelah seharian ia penat bekerja. kamudian kami saling bercerita apa saja yang kami lakukan hari ini, bertemu dengan siapa, melihat apa, membicarakan apa, menginginkan apa, saling memuji dan mencela, kemudian membuat rencana bersama, apa yang akan dilakukan, target apa yang ingin dicapai, hingga akhirnya kami sama-sama lelah bercerita dan kemudian tersenyum saling pandang dan akhirnya bercinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar