Minggu, 15 Desember 2013

Bercerita tentang Kotaku #JemberIstimewa


Jember adalah salah satu nama kota di wilayah Jawa Timur. Kota yang tidak terlalu besar ini merupakan kota kelahiran saya. Disinilah saya menuntut ilmu dari TK hingga perguruan tinggi. Meski begitu saya tidak terlalu paham tentang sejarah kota ini, karena tidak ada pelajaran dan orang yang menjelaskan secara khusus kepada saya tentang hal tersebut. Akan tetapi  jika dilihat dari bahasa yang digunakan oleh penduduk asli, saya menyimpulkan bahwa Jember merupakan kota pertemuan antara suku Jawa dan Madura. Kesimpulan saya yang ngawur itu ternyata dikuatkan oleh skripsi teman sekelas saya tentang alih kode dan campur kode bahasa Jawa Madura yang digunakan oleh mahasiswa di Kabupaten Jember. Kemudian beberapa waktu lalu saya juga sempat membaca tulisan Mas bro Hakim di blog milik beliau disini.

Membahas  tentang Jember memang tiada habisnya. Kota kecil yang terletak disebelah tenggara pulau Jawa ini memiliki segudang pesona yang memikat. Bagaimana tidak, dari even tahunan BBJ (Bulan Berkunjung ke Jember) yang menampilkan andalannya JFC (Jember Fashion Carnaval), sampai dengan tempat  wisata taman nasional, air terjun, dan beraneka ragam wisata bahari semua tersaji begitu apik di kota ini. Sayang dari sekian pesona yang saya sebutkan, hanya beberapa saja yang dikenal oleh masyarakat luas.

Sahabat saya di ajang JFC tahun 2012 - dokumentasi oleh Inggi Narisma

                                                           Bersama teman-teman menuju air terjun tancak

Mas Della di samping air terjun tancak
Mesih bebrbicara tentang Jember. Kota kecil nan asri ini mempunyai banyak wisata bahari. Salah satu wisata bahari yang cukup dikenal oleh masyarakat luas adalah keindahan pantai Papuma (Pasir Putih Malikan). Pantai pasir putih yang terbentang memanjang, perahu nelayan yang berjajar, pohon-pohon rindang beserta satwa di dalamnya sangat memanjakan mata, luar biasa indah. Namun sebenarnya tidak hanya papuma, (setahu saya) ada enam pantai lagi di kota ini dengan keindahan masing-masing. Diantaranya adalah  pantai Watu Ulo, pantai Puger, pantai Payangan, pantai Nanggelan, pantai Bandealit, dan pantai Rowocangak.

 Pantai Papuma tampak dari atas (gambar dari google)

 Pantai Papuma sore hari (adik dan tante)

Batu besar sebagai ciri khas papuma (dokumentasi pribadi)

 Saya dan Papuma


Membahas tentang pantai Watu Ulo. Pantai Watu Ulo merupakan pantai yang berada tepat disamping pantai papuma. Pantai ini mempunyai ombak yang cukup besar. Konon katanya di pantai ini terdapat batu berkepala ular dan ekornya berada di pantai lain. Untuk menuju ke pantai ini cukup mudah, jarak yang ditempuh hampir sama dengan jarak untuk menuju pantai Papuma. Bedanya setelah sampai di pertigaan menuju pantai Papuma, pengunjung mengambil jalan lurus dengan perkiraan biaya akomodasi sama dengan pantai Papuma yaitu 15ribu rupiah.

Pantai Watu Ulo (gambar dari google)

Selanjutnya pantai yang ada di Kabupaten Jember yaitu pantai Payangan. Pantai Payangan merupakan pantai yang terletak disebelah timur pantai Watu Ulo. Untuk menuju pantai ini membutuhkan waktu satu jam dari pusat kota. Jalur yang ditempuh sama dengan menuju pantai Watu Ulo, hanya saja jika sampai pertigaan pantai Watu Ulo harus berbelok mengikuti panah yang telah ada, sedangkan payangan lurus sampai bertemu dengan kampung nelayan. Ciri khas pasir hitam dan batu-batu besar bahkan ada yang menyerupai tebing menjadi pemandangan yang dapat dinikmati oleh pengunjung.

Sasi (sahabat saya) di pantai Payangan

 Murid-murid saya di atas bebatuan pantai Payangan

Kemudian pantai keempat yang ada di Kabupaten Jember adalah pantai Puger. Pantai Puger merupakan pantai yang terletak di kecamatan Puger. Untuk menuju tempat ini membutuhkan waktu 2 jam dari pusat kota. Ombak yang besar, pasar pelelangan ikan, dan kampung nelayan merupakan pemandangan yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Di seberang pantai ini terdapat daratan bernama Kucur dan pulau Nusa Barong, jika ingin kesana tentu harus membayar biaya tambahan untuk menyeberang.

 Saya dan Tika di pantai Puger

Pantai kelima yang ada di Kabupaten Jember adalah pantai Nanggelan. Pantai Nanggelan merupakan pantai pasir putih yang terletak di perkebunan Blater. Membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan, kemudaian memarkir motor di gubuk yang telah disediakan dan berjalan menaiki dan menuruni bukit. Jika dibayangkan mungkin terkesan susah mencapai tempat ini, tapi semua terbayarkan oleh keindahan luar biasa. Pantai yang serasa milik sendiri ini, menyajikan air tawar dan danau yang dipisahkan oleh pasir pantai. Hijaunya hutan juga semakin memperindah pemandangan yang ada. Pantai Nanggelan ini bersebelahan dengan pantai Rowocangak, hanya saja kedua pantai tersebut dipisahkan oleh gunung yang menjorok ke laut. 

Pantai Nanggelan sore hari - dokumentasi mas Sableng

 
 Danau di pantai Nanggelan - dokumentasi mas Sableng

Bolang (sispala Banyuwangi) di pantai Nanggelan

Saya dan Bolang

Pantai keenam yang ada di Kabupaten Jember adalah pantai Bandealit. Pantai Bandealit merupakan pantai yang terletak di Taman Nasional Meru Betiri. Pantai yang mempunyai ciri khas berombak besar dan berpasir putih ini memiliki dua muara sungai. Untuk mencapai pantai Bandealit disarankan menggunakan kendaraan off road, karena memang jalan yang ditempuh cukup susah dan terjal. Bagi yang tidak memiliki kendaraan off road juga bisa menikmati pemandangan pantai Bandealit, motor yang dibawa bisa menumpang pada truk yang menuju desa Bandealit, tentunya dengan biaya yang tidak murah. Selain itu juga disarankan membawa bekal sendiri dari rumah, karena biaya makan di tempat ini relatif mahal. Meski begitu pantai ini wajib dikunjungi. Adanya Goa Jepang, danau beserta perahu, serta sunrise dan sunset yang indah sekali mempunyai daya pikat tersendiri.

Muara barat pantai Bandealit - dokumentasi Ima

 Pantai Bandealit - dokumentasi Ima 

 
 Goa Jepang - dokumentasi mas Dika

Ombak di pantai Bandealit  - dokumentasi mas Dika

Pantai ketujuh yang ada di Kabupaten Jember adalah pantai Rowocangak. Saya masih belum pernah ke pantai ini. Saya hanya mengetahui pantai ini berpasir hitam dan jalan yang ditempuh hampir sama dengan pantai Nanggelan, hanya saja nanti mengambil arah kanan saat bertemu percabangan jalan setelah sampai di tengah hutan.

 Pantai Rowocangak - dokumentasi Tito

Itulah tujuh pantai yang ada di kota saya #JemberIstimewa. Meski sama-sama laut, namun pemandangan yang berbeda dan suasana yang tentu juga berbeda membuat setiap pantai akan menuliskan cerita tersendiri bagi penikmatnya. 

Demikian sekelumit ulasan tentang Jember dan saya bangga menjadi warga asli kota ini. Jember sangat berharga untuk saya. Selamat ulang tahun kotaku tercinta, semoga semakin baik dan sukses ke depannya, serta menjadi kota #JemberIstimewa.


http://cakoyong.blogspot.com/2013/12/proyek-ngeblog-jemberistimewa.html

6 komentar:

  1. Aseeek, semakin mengenal lebih dekat dengan pantai-pantai di Jember :)

    Saya pernah lho, mencapai pantai Bandealit dengan mengendarai motor bebek astrea 800. Pernah juga jalan kaki dari Curah Nongko hingga pantai, kondisi hujan, malam hari. Jadi, tidak menggunakan kendaraan off road juga bisa, hehe.

    Terus menulis ya, nanti kita mengupas bareng2 keramahan Jember lewat tulisan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehhe, saya juga pernah naik motor sama bapak ibuk dan sodara2.
      iya mas insya allah :)

      Hapus
  2. Jadi makin pengen ke jember
    tapi sayang belum ada jadwal kosong
    oiya jangan lupa mampir ke
    http://kassaleva.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. mari mampir ke jember :)
      nanti bisa bertemu mbak prit dan suaminya juga mas hakim..

      Hapus
  3. bagus info nya, bisa saya gunakan rutenya menyisir jawa selatan

    BalasHapus
  4. Wah jadi ngiri aq sma mbak ratna msak udh nyampe dluan ke bandealt cwe lgi klo aq hanya nyampe ke nanggelan blm ke bandealit sbgai org jember aq harus tw pantai bandealit byr egk tolah toleh jika ada turis asing nanya pantai itu hhe..

    BalasHapus