Jumat, 27 Januari 2017

Di Warung Kopi

Malam ini takbegitu ramai, gerimis membasahi jalanan beraspal di depan warung kopi. Liana masih belum beranjak dari tempat duduknya selepas magrib tadi. Pikirannya masih melayang jauh entah kemana.
 “Kosong?” sapa perempuan sebayanya.
“Iya, silahkan.”
Keheningan masih menyelimuti mereka berdua. Tak ada obrolan, hanya ada suara dentingan gelas yang beradu dengan alasnya, karena kopi dituang.
“Suka menyendiri disini?” sapa perempuan yang belum ia kenal.
“Lumayan. Anda juga sering kesini?” akhirnya Liana menimpali.
“Ya kadang kala suntuk.”
“Berarti sekarang sedang suntuk?”
“Tidak juga, aku tak berkata seperti itu. Hahaha..”
“Sial. Hahaha..”
“Hani” perempuan itu menyodorkan tangan.
“Liana.”
Lagu Faded 'Where are you know' memutar tidak terlalu kencang dari radio kopi. Mereka menikmatinya dengan diam. Menikmati hamparan sawah yang membentang di depan mereka, dengan lampu kota dari kejauhan.
“Suka memotret?” tanya Liana mencairkan suasana.
“Tidak terlalu, hanya sekali waktu saja jika tidak sibuk dengan urusan kantor. Kau suka menulis? Sudah berapa judul karangan yang kau rampungkan?”
“Hahahaha, saya hanya suka menulis judul, untuk isinya kadang kalau sedang ada yang ingin ditulis saja. Kalau tidak ya cuma tergeletak sebagai kertas kosong.”
“Kenapa suka menulis, bukankah itu rumit. Merangkai kata yang kadang putus ditengah.”

Selasa, 28 Juni 2016

Perbincangan Kala Hujan



Pagi ini tampak mendung. Matahari enggan muncul beberapa hari belakangan, dan aku menanti gerimis di balik jendela kamar. Padahal sejak dulu aku tak menyukai suasana hujan di pagi hari, yang menurutku hanya menghambat aktifitas pagi dan mengubah mod menjadi tak bersemangat.
“Ini ku buatkan teh panas.” Terdengar suara laki-laki yang sudah aku kenal sejak bertahun-tahun lalu. Aku tersenyum dan sedikit menggeser posisiku. Kami duduk sejajar menghadap halaman depan yang terguyur hujan. Ku lanjutkan lamunanku dan dia sibuk membaca buku yang sudah digenggamnya sejak tadi. Ia mulai membalik lembar demi lembar sebelum kemudian terdengar bunyi dering ponsel yang menunjukkan pesan singkat bahwa deadline kantor dimajukan besok siang.
“Ceritanya ini wanita pengagum senja beralih menjadi pecinta hujan?” Tanyanya yang kembali menekuri lembar demi lembar buku yang tak kunjung rampung ia baca. Sudah hampir sepekan ini ia membaca buku yang sama. “Coba lihat itu, kau tak pernah kalah cantik dengan bunga yang menari bahagia terguyur derasnya hujan.” Sambungnya sambil tersenyum menatapku. Aku pikir ia sedang basa-basi untuk mengawali pembicaraan.

Selasa, 22 Desember 2015

Kenapa Saya sebagai Perempuan Butuh Bekerja?

Saya ingin menjadi pegawai kantoran sejak lama. Menurut saya memakai seragam kantor terlihat keren, dan lagi tentu penghasilan yang lumayan bisa saya pegang, dan itu alasan saya kenapa saya enggan menjadi guru atau ibu rumah tangga. Dan saya tetap kekeuh dengan pendapat saya ketika pasangan saya saat itu menginginkan saya untuk di rumah saja untuk nantinya bisa mengawasi anak. Seiring berjalannya waktu, saya tahu kenapa orang tua dan orang-orang disekitar saya menyarankan saya menjadi guru.

Sabtu, 17 Januari 2015

Hadiah di Penghujung Tahun



Kami sudah mengenal sejak lama. Tapi hampir dua tahun mengenal, kami tak pernah saling berkirim hadiah, karena memang bagi kami tidak ada moment istimewa untuk dirayakan. Tidak ada perayaan atau apapun yang menjadi alasan untuk mengirim sebuah bingkisan cantik, atau sekedar ucapan selamat dari pencapaian sebuah kesuksesan. Dari kebiasaan itulah kami tidak lagi mensakralkan pesta ulang tahun ataupun perayaan keberhasilan. Bagi kami itu adalah urusan diri kami masing-masing untuk mengucap syukur pada Tuhan.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Ada beberapa bingkisan mendarat manis dengan selamat di rumah kecil saya. Ibu meletakkannya pada sebuah meja di pojok kamar. Ternyata isinya adalah sebuah lukisan dan sebuah kerudung berwarna ungu. Rupanya saya lupa bahwa hari itu saya sedang ulang tahun. Teman dekat saat saya kuliah dan teman di perantuan, sengaja mengirimkan hadiah-hadiah tersebut sebagai ucapan selamat. Tak beberapa lama, ibu juga memberi beberapa kado berupa tanaman hias. Tentu saja saya bahagia, setidaknya hadiah itu sebagai simbol bahwa meraka mengingat hari special dalam hidup saya.

Penantian "Cinta di Tanah Haram"




Assalamualaikum..

Sudah kenal mbak Nucke Rahma? Kalau belum, mari berkenalan..
Mbak Nucke Rahma adalah penulis skenario yang sangat handal. Sudah 3000 cerita FTV, stripping dan movie writer beliau ciptakan dan semuanya mampu menarik hati masyarakat luas. Diantaranya adalah “Pernikahan Dini” sinetron yang dibintangi oleh artis berbakat Syahrul Gunawan dan Agnes Monica, pernah tayang di RCTI sekitar tahun 2001. Kemudian “Muslimah” yang dibintangi oleh Titi Kamal, lalu “Ta’aruf”, "Taubat", “Si Yoyo”, "Kesucian Prasasti", "Balada Dangdut", dan masih banyak lagi. Saat ini mbak Nucke Rahma segera menerbitkan sebuah novel perdananya  yang berjudul “Cinta di Tanah Haram”. Sudah pasti novel ini sangat keren dan semoga laku keras dipasaran. Amiinn... Salut untuk mbak Nucke :)


https://twitter.com/CintadTnhHaraam 
cover novel Cinta di Tanah Haram

Rabu, 07 Januari 2015

Sedikit Bagian Film Ayat-ayat Cinta


Ayat-ayat Cinta adalah karya Habbiburrahman masuk daftar baca saya yang paling saya suka. Tidak lama setelah membaca novel itu semasa SMA, novel itu diangkat menjadi sebuah film. Meski pada awalnya saya tidak mau melihat, karena takut kecewa seperti sebelum-sebelumnya, yang tidak sesuai harapan ketika saya membandingkan sebuah novel dan film. Seperti Dealova, Heart, dan masih banyak lagi.
Pada saat itu saya memaksakan diri untuk melihat karena Ayah member saya sebuah tiket dan akan mubazir jika tidak digunakan. Memang sempat terselip rasa kecewa, tapi disanalah pemeran Fahri, Fedi Nuril  menghipnotis saya dengan actingnya. Setidaknya itu bisa mengobati kecewa saya atas perbandingan novel dan film yang diputar cepat di otak saya. Itu kali pertama saya mengidolakan actor Indonesia, karena sebelum-sebelumnya saya hanya mengidolakan seorang penulis-penulis yang mampu membuat saya terlena dalam tulisan-tulisannya.

Rabu, 10 Desember 2014

Sepucuk Amplop Coklat



Siang ini tak terlalu terik ketika aku memutuskan untuk memindahkan 3 bungaku dari pot ke taman depan rumah. Memang semenjak pulang dari Pare rasa cintaku pada bunga naik beribu-ribu kali lipat dari pada sebelumnya. Entah apa alasannya, yang jelas tanaman hias yang tertanam dalam pot - pot dengan ukuran yang tidak terlalu besar, menarik minatku dengan begitu luarbiasa. Ada rasa bahagia yang melampaui batas ketika apa yang aku tanam dari bibit kemudian tumbuh dan berbunga. Dan seperti yang sempat aku ceritakan padamu, bahwa nanti aku ingin memiliki peternakan, persawahan, dan perkebunan bunga. Memang terlalu muluk sepertinya, tapi ijinkanlah aku bermimpi dan meraihnya.

Selasa, 09 Desember 2014

Dia Pria Jepara, Katanya...


Fajar mulai muncul, dengan hawa dingin yang menyelimuti perkampungan ini. Saya dan ibunda tercinta segera bersiap menuju lembaga kursus bahasa asing untuk mendaftar sebagai muridnya. Sebenarnya pendaftaran akan dibuka pukul tujuh, tapi saya dan ibunda saya sudah siap di lokasi sekitar pukul 05.30, sudah terbayang kan bagaimana sepinya tempat itu. Kami memang ingin segera mendaftar, agar bisa kembali ke Jember dengan segara. Ya tempat kursus saya memang berada di luar kota. Di Pare Kediri tepatnya.
Menjadi siswa disana selama bulan-bulan pertama bisa dibilang susah-susah gampang. Saya yang tidak bisa bahasa inggris sama sekali, karena saya membenci pelajaran tersebut sejak jaman SMP, dan sekarang saya harus memakan materi bahasa asing itu di dalam kelas setiap hari full dari pukul 06.30 sampai pukul 12.00, dilanjut pukul 14.00- 16.30. Penat, bosan, pengen rasanya teriak minta pulang, pokoknya tidak ada rasa nyaman. Hanya saja ibunda saya menjadi bahan pertimbangan jika saya menyerah begitu saja.

Senin, 01 Desember 2014

Tentang Vitamin C



Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang diperlukan tubuh. Banyak manfaat yang diberikan vitamin ini karena vitamin ini merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, tulang, sendi, dan sebagainya.
Pada saat saya kecil dulu, ibu menyuruh saya sering mengkonsumsi buah jeruk. Beliau bilang agar saya tidak mengalami sariawan. Setelah menjamurnya internet pada masa sekarang, ternyata vitamin C itu tidak hanya terkandung pada buah jeruk saja. Vitamin C dapat ditemukan di aneka ragam buah-buahan, sayur-sayuran, maupun suplemen. Ada beberapa buah dan sayur yang mengandung vitamin C antara lain, jambu biji, jeruk, kiwi, stroberi, kelengkeng, pepaya, paprika, brokoli, tomat cabe, apel, delima, anggur, sirsak, mangga, blewah, dan lain-lain. Setiap buah dan sayur, mengandung vitamin C dengan jumlah yang berbeda. 

Sabtu, 29 November 2014

Insan Berbudi Utama



Ibu adalah insan berbudi utama. Hatinya begitu tulus dan lembut. Rela melakukan apapun demi anaknya, meski diantaranya terkadang capai, lelah, bahkan sedang sakit. Tapi beliau sebisa mungkin untuk menutupi agar putra putrinya tidak khawatir padanya.
Ibu adalah anugrah terindah dari Tuhan untuk menemani dan menjaga buah hati. Begitu pula ibunda saya. Beliau begitu sabar untuk membimbing dan menjaga saya setiap waktu. Tangannya selalu terbuka untuk memeluk saya dalam keadaan apapun. Mendengar cerita-cerita saya tanpa bosan. Membelai kepala saya ketika saya sedang bermanja dipangkuannya dan mulai bercerita.

Jumat, 28 November 2014

Ibu Berperan Penting dalam Fase Pertumbuhanku


"Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa…."

      Itu adalah penggalan lirik lagu anak-anak. Kita semua tahu bahwa memang kasih ibu tak terhingga nilainya untuk merawat anak-anaknya. Begitu pula ibunda saya. Saya dilahirkan beliau 24tahun yang lalu di kota kecil ini, kota Jember. Masa kecil saya hampir sama dengan anak-anak pada umumnya. Bermain, belajar, dsb. Dari pasangan guru nonPNS ini saya tumbuh dan berkembang.
       Sekali waktu ibu menceritakan kepada saya bagaimana saya saat kecil dulu. Saya tergolong  anak yang suka sekali dengan susu. Meskipun begitu berat badan saya saat menginjak umur 4 bulan hanya 6 kilogram, tidak mengalami obesitas.

Kamis, 27 November 2014

Menjadi Istri yang Baik



Saya adalah wanita yang belum menikah saat ini. Meski begitu keluarga saya sering menanyakan tetang pernikahan mengingat usia sudah memasuki 24 tahun pada bulan Oktober kemarin. Keluarga saya mulai memberi wejangan tentang pernikah, meskipun tidak sering. Di beberapa kesempatan Ibu sering membahas tentang bagaimana menjadi istri nanti dan beliau sudah mewajibkan saya bisa memasak dengan menu yang beda dari biasanya.
Menurut ibu, menjadi istri seperti menjalankan suatu ibadah. Istri yang baik adalah istri yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk suami dengan sabar dan ikhlas, karena apabila ijab qabul sudah diucapkan maka kewajiban orang tua si wanita akan berpindah pada suami wanita tersebut. Oleh sebab itu wajib baginya untuk mengabdi dan menghormati suami. Jika istri sudah mengetahui kewajibannya, maka tidak ada kata susah saat ia melakoni peranannya.

Minggu, 23 November 2014

Bidan Cantik Pecinta Giveaway

Kalau terpampang nama Argalitha, pasti orang yang suka ngeblog sudah kenal banget sama ratu giveaway satu ini. Wanita cantik ini dilahirkan di Pasuruan pada tanggal 25 Desember 1989, dan kini sudah tumbuh besar menjadi ibu bidan. Saya memang jarang sekali untuk memposting tulisan blog, tapi bukan berarti saya tidak update tulisan mbak Artha Maula Amalia (nama asli mbak Argalitha). Berkaitan dengan postingan mbak Artha, ada GA untuk menuliskan 3 hal tentangnya dan saya mencoba peruntungan itu :)

Rabu, 19 November 2014

Harapan untuk Bupati Jember Mendatang

       Jember adalah salah satu nama kota yang terdapat di Jawa Timur. Merupakan nama kabupaten yang tercakup dalam karisidenan besuki. Saya adalah salah satu penduduk asli yang bertahun-tahun berada di dalamnya. Meski beberapa waktu lalu saya sempat merantau selama 6 bulan ke kota Kediri untuk belajar bahasa asing, tapi pada ujungnya saya harus kembali ke kota ini.
      Ditinjau dari segi pariwisata, kota ini memiliki cukup banyak pariwisata dengan pesona alamnya yang indah. Mulai dari air terjun (tancak) yang terletak di kaki gunung Argopuro, hutan lindung (merubetiri) yang terletak di perbatasan banyuwangi, hingga pantai yang tersebar hampir diseluruh wilayah Jember.

Jumat, 25 Juli 2014

Kau Sempurna Sebagai Masalalu

Aku terpercik hutang rindu dengan lakon yang menyempurnakanmu sebagai masalalu.
Aku mulai mengakrabkan diri pada waktu yang tak pernah iba memberikan luka.
Karenanya,
Ada rindu yang tak pernah tuntas terbayar
Sebagaimana cinta yang tak pernah tunai oleh pengakuan yang terhambat sebuah pengingkaran.
Seketika marahmu menjadi mahal tanpa bisa ku tawar.
Sementara itu,

Penyemangat Skripsi

Rasa malasku selalu datang setiap aku harus duduk bergelut dengan buku dan komputer.  Mencari segala sesuatu yang mungkin bisa memberiku sedikit semangat, tapi tak ada. Hingga akhirnya ibu menemaniku  mengerjakan dengan bercerita ngalor ngidul, dan aku hanya menanggapi dengan senyum tanpa menoleh kearahnya.

Sejenak mataku mulai panas karena menahan air mata agar tidak menetes. Kemudian aku memeluk erat wanita paruh baya yang  sudah beruban. Aku merasa bahwa aku sangat beruntung terlahir dari rahimnya.
Berapapun usiaku saat ini, sesibuk apapun aktivitasku. Beliau tetap menganggapku anak kecilnya yang lugu. Anak semata wayangnya yang akan terus beliau jaga.

Suatu Saat Nanti

Ketika banyak orang merencanakan akan berlibur kemana, maka aku tetap bermimpi disini. Mengamini tempat yang kau bilang sangat luar biasa dan istimewa. Entah berapa lama aku harus mengumpulkan rupiah untuk menuju tempat itu.  Perlu perjuangan dan butuh waktu lama untuk menikmatinya. Terlampau jauh, hingga tak tahu bagaimana aku bisa sampai disana. Terlalu hina rasanya jika harus kutengadahkan tangan meminta pada orang tua. Biar aku cari rupiah sendiri dengan bekerja dan aku akan berlibur ke pulau Lombok berdua denganmu suatu saat nanti, pasti.

Diluar tempat itu, sebenarnya inginku tak terlalu jauh. Jogja saja sudah kuanggap cukup. Dengan menaiki kereta dari Jember menuju Surabaya untuk menjemputmu, lalu bersama menuju kota pendidikan. Bersama-sama menikmati perjalanan dan sampai disana tetap berdua denganmu. Sedikit kubayangkan bagaimana perjalanan kita nanti. Akan ada banyak diam yang terlalu angkuh untuk kusapa. Berjalan beriringan namun tetap dengan pikirannya masing-masing.

--::***::--

Kita akan bersama mencari penginapan tanpa perlu banyak perdebatan. Lalu hanya berdiam diri ditempat bermalam, dengan menikmati rintik hujan atau sekedar saling bertukar cerita. Sesekali kau akan menjawab pertanyaanku, kemudian kau mengakhiri pembicaraan dengan diammmu, setelah itu kita (lagi-lagi) dengan pikirannya masing-masing. Ketika malam tiba, maka kita menikmatinya dengan dua cangkir kopi panas di lesehan pinggir jalan ditemani lampu kota dan ramai kendaraan, mungkin juga diramaikan oleh suara pengamen jalanan yang silih berganti. Setelah merasa semakin larut, kita pulang ke tempat penginapan dengan kau berjalan mendahului dan sesekali menengok kearahku yang berada jauh dibelakang, sedangkanku berpura-pura menikmati jalanan sekitar lalu sesekali menikmati angkuhnya punggungmu yang terus melaju kedepan.

Mungkin kita akan mengahabiskan waktu berhari-hari di kota orang. Tapi entah bagaimana keadaan yang akan menjadi penutup. Apakah sama dengan dua kemungkinan yang kubayangkan. Kau akan mengakhiri liburan dengan mengajakku kesebuah tempat dengan berjalan bergandengan tangan, lalu kau sematkan cincin dijari manisku dan diakhiri ucapan mesra yang selalu kunantikan. Atau akan ada hari suram yang tidak pernah kuamini, namun semakin melekat kuat pada pikiran yang kuingkari, mengusik keterjagaanku. Ada ketakutan yang selama ini kuhindari dengan diam dan bertahan,  dimana kau akan memutuskan untuk berjalan semakin jauh dan aku tak lagi bisa mengahampirinya hingga menjadi gamang dan tangisanku pecah tak bersuara.

Selasa, 24 Desember 2013

Inikah Proses Kehidupan?


Saat saya menjalani masa kuliah, saya selalu iri melihat mereka para kawan yang telah meninggalkan kampus terlebih dahulu. Mereka sudah bisa tersenyum lega karena telah melewati masa yang notabene menegangkan, menakutkan, mencekam, yaitu sidang skripsi. Sedangkan saya masih harus berkutat dengan laptop memikirkan apa yang harus saya tulis demi sebuah tulisan ACC.

Ketika masa itu tiba, masa yang sudah lama saya nantikan, saya justru merasa biasa saja. Tersirat rasa bahagia ketika melihat wajah bapak ibu bangga melihat anaknya memakai toga, tapi itu tak berlangsung lama. Bahagia ada di hari itu saja.

Mendapatkan ucapan dari banyak kawan “Selamat telah menjadi sarjana” itu bukan suatu hal yang menyenangkan, karena dibalik kalimat itu ada makna besar “SELAMAT DATANG DI DUNIA KERJA YANG KERAS DAN KEJAM”. Saat dinyatakan bahwa saya telah resmi menjadi alumni, maka saya telah memasuki dunia bersaing. Saya mulai barsaing dengan manusia-manusia yang jumlahnya tak sama dengan teman sekelas saat perkuliahan, atau teman-teman yang menemani saat menyruput nikmatnya kopi, tapi saya bersaing dengan manusia dari seluruh pelosok nusantara.

Mencari informasi tentang lowongan dan memasukkan surat lamaran menjadi rutinitas saya. Sungguh tidak bangga menjadi seorang pengagguran. Sudah mulai malu saat mengadahkan tangan  pada bapak ibu meminta uang saku bulanan. Harusnya mereka sudah bersantai di rumah menikmati masa tua berdua, dan anaknya yang mulai bekerja dan membiayai segala keperluan keluarga. Tapi sayangnya, hingga saat ini belum ada pengumuman dari berbagai perusahaan yang telah saya lamar.

Saat melamar kerja saya dihadapkan dengan banyak proses dan peristiwa, salah satunya adalah wawancara. Pertanyaan yang sering saya dengar adalah “Siapa anda?” dan “Apa cita-cita anda?”. Mungkin terdengar mudah, tapi justru itu adalah pertanyaan tersulit untuk saya jawab. Saya tidak bisa dengan mudah menjawab seperti saat saya kecil dulu yang mudah saja menjawab “saya ingin jadi dokter”, “saya mau jadi polwan”, atau “saya ingin jadi insinyur”. Mungkin bisa saja saya menjawab “saya ingin membahagiakan bapak ibu saya, atau keluarga saya” atau “saya ingin menjadi orang sukses”, tapi sayang kadang semangat dan optimisme untuk menjawabnya lenyap begitu saja, terhapuskan oleh pendapat yang ditularkan banyak orang bahwa “hidup itu tidak mudah”. Bukankah tak masalah jika kita bercita-cita menajadi pramugari tapi justru jadi pelayan toko. Bercita-cita menjadi dokter tapi justru menjadi staf-staf kantor. Tidak ada yang salah dengan segala jawaban, dan tidak ada yang salah dengan pekerjaan selama itu halal.
Maka dari itu saya berpikir, saya mungkin tak bisa menentukan awalnya bagaimana, tapi saya berhak menentukan hasil akhir yang saya inginkan, dan itu semua tidak bisa didapat dengan hilangnya semangat, antusias dan optimisme yang pernah saya miliki lalu berganti menjadi rasa pasrah, tak berdaya dan banyak orang menganggapnya sebagai bentuk syukur, kemudian berubah menjadi frustasi dan depresi dan banyak yang menganggapnya sebagai bentuk takdir.

Jumat, 20 Desember 2013

Hello fktv Anti Galau


Jika membahas tentang karaoke, dibenak orang adalah tempat tertutup dengan segala hal yang kebanyakan menuju arah negative. Sehingga kalau mau kumpul bareng teman-teman di tempat karaoke harus ngumpet-ngumpet dulu, karena kalau ijin sama mama pasti di omelin panjang dulu dan ujung-ujungnya kadang gak di bolehin. Kadang juga sudah diijinin tapi harus ngecek ulang dompet, ah tersiksa banget ya..

Tapi sekarang uda gak jaman lagi hal seperti itu. Para mama juga gak perlu khawatir kalau putra putrinya lagi hangout bareng teman-temanya, atau mungkin mama papa beserta adik kakak juga mau ikutan, bisa bangeeettt..

Tau gak kenapa?? Yup, benar sekali sekarang telah ada hello fktv. Hah, ada yang belum tahu hello fktv?? Oke akan saya jelaskan. Hello fktv merupakan tempat karaoke keluarga, bukan keluarga pura-pura loh. Di tempat ini tidak menyediakan ladies escort/pemandu lagu dan melarang staff mereka mencarikan ladies escort dari luar dan juga (perlu digaris bawahi) bahwa di tempat ini tidak menjual minuman keras. Nah hal-hal tersebut merupakan bukti utama bahwa hello fktv benar-benar karaoke keluarga yang sungguh cocok untuk siapa saja.

Hello fktv ini mempunyai banyak kelebihan. Pengen tahu apa saja?? Yuk disimak. Pertama adalah tentang ukuran ruangan/room. Mungkin  jika di tempat sejenis biasanya room small hanya bisa untuk 4 atau bahkan 2 orang saja, itu tidak berlaku di hello fktv. Hello fktv memiliki ukuran ruangan/room yang lebih besar, sebagai contoh room small bisa menampung 6 orang. Meski begitu room yang lebih besar ini dijual dengan harga yang relatif sama dengan yang lain.

Yang kedua adalah jam beroprasi. Hello fktv beroperasi dari jam 11 siang sampai dengan jam 2 malam, dimana untuk jam 11.00 – 18.00 adalah jam happy hour dengan discount 50% untuk hari Senin sampai dengan Sabtu.

Yang ketiga seperti yang dijelakan sebelumnya bahwa hello fktv melarang adanya ladies escort dan tidak menjual minuman keras.

Yang keempat, fasilitas ac sudah biasa. Di hello fktv ditambah dengan fasilitas kamar mandi dalam. Beh enak banget kan, gak perlu rempong deh kalo mau ke kamar mandi.
Hah, dengan fasilitas begitu menggiurkan masak sih harga murah? Gak percaya. Yuk pentelengin harganya disini.

Nah uda percaya kan kalau mura banget, eh tunggu dulu ada promo juga loh.
·               SMALL 2jam 70K (hemat 14K)
include Banana Roll cheese + 2 Mineral water
·               MEDIUM 2jam 100K (hemat 36K)
include Calamary + 6 Ice Tea
·               LARGE 2jam 150K (hemat 76K)
include 2 Lumpia + 5 Mineral Water + Ice Milo + 2 Ice Lemon Tea
·               DELUXE 2jam 180K (hemat 80K)
include Calamary + Lumpia + Fried Tofu + Ice Milo + Ice Cappucino + 6 Ice Lemon Tea
·               VIP 2jam 320K (hemat 158K)
include 2 Lumpia + Cheese Bitter Ballen + Calamary + 2 Fried Tofu + 4 Ice Chococino + 8 Mineral Water + Cello + Butterscoth Taro
·               VVIP 2jam 500K (hemat 257K)
include 2 Mix It + 4 Seafood fritter + 2 Lumpia + 2 Cheese Bitter Ballen + 5 Watermelon Juice + 10 Ice Lemon Tea + 10 Ice Milo

Udah tahu segala macemnya, tertarik kan. Yuk segera datang ke Lobby Level Hotel Merapi Merbabu Jalan Seturan, Sleman, Yogyakarta Indonesia. Hotline : 0274 85025555

Selamat liburan dan bersenang-senang. horeeee...


Liburan Rahasia ala Ibu


Berbicara tentang liburan itu pasti tiada habisnya. Beribu-ribu pengalaman bisa didapat dan diceritakan. Apalagi jika liburannya kompak dengan ibu tercinta, jelas seru banget.
Biasanya kalau liburan dengan orang tua, terutama ibu. Wuuhhh persiapannya harus matang. Ribet nyiapin ini itu. Tapi ya begitulah seorang ibu, selalu menginginkan yang terbaik terutama untuk anaknya.

Saya juga pernah mengalami liburan bersama ibu loh. Biasanya sih ngabisin liburan di rumah dengan masak bareng, buat kue, atau curhat-curhatan aja. Kalaupun berpergian paling-paling berkunjung ke rumah kakung.

Liburan hampir tiba, sudah jauh-jauh hari ibu saya menanyakan tentang aneka ragam wisata alam. Saya pikir hanya sekedar basa-basi untuk mengisi obrolan sore. Tak lama kemudian, beliau berlanjut mencari informasi di internet dan bertanya pada teman-teman saya. Namun, setiap kali saya bertanya ingin liburan kemana, ibu saya hanya menjawab dengan senyum.

Liburan telah tiba, ibu saya tak kunjung memberitahukan rencananya. Saya berpikir  bahwa liburan kali ini sedikit berbeda, karena jauh-jauh hari mencari informasi tentang wisata alam, mungkin kami sekeluarga akan berkemah di tepi pantai.

Tepat hari minggu malam, ibu mengajak saya untuk menyiapkan bekal esok hari. Dan lagi-lagi setiap saya bertanya, selalu saja saya hanya mendapatkan senyum. Tak lama setelah itu, ibu saya hanya berkata “kita hanya liburan sehari, tanpa bermalam”. Okelah kalau begitu, saya tidak perlu menyiapkan pakaian ganti. 

Keesokan harinya, saya menyiapkan motor untuk berangkat. Setelah subuh semua sudah siap. Ternyata kami tidak hanya berdua tetapi dengan om, tante,dan sepupu-sepupu saya. Ya cukup ramai untuk menikmati pantai. Sampai di persimpangan jalan, mereka semua berbelok kearah kanan, setahu saya arah pantai adalah berbelok kerah kiri, ya sekitar 30km dari pusat kota. Saya terus mengikuti arah motor om yang kebetulan memimpin perjalanan kala itu.

Perjalanan itu semakin membuat saya bingung, karena saya berada di perbatasan kota bagian utara. Tak lama kemudian kami semua berjumpa dengan rombongan lain, dan woooww mereka adalah kawan-kawan saya. Perjalanan semakin seru, meski kalau dilihat seperti akan demo karena terlalu banyak motor yang berjalan beriringan.

Masuk pada kota sebelah, saya masih belum tahu akan liburan kemana. Hingga pada akhirnya sebuah gapura menyambut kami semua. Gapura bertuliskan “kawah ijen”. Yeaahh.. ibu saya mengajak mendaki. Beliau memilih ijen dengan banyak pertimbangan. Pertama, karena kebanyakan dari kami adalah pemula bukan pendaki dan yang kedua ,gunung ijen tidak terlalu tinggi.Oh God, baru kemarin saya kemari bersama kawan-kawan kuliah sekarang harus mendaki kembali.
Cukup memakan waktu lama untuk sampai di kaki gunung. Berngakat sekitar pukul 04.30 WIB dari rumah, samapi disana sekitar pukul 09.00 WIB. Mengalahkan perjalan Jember - Surabaya. Tapi tak apa, pemandangan yang sering didominasi dengan sawah dan hutan dan udara yang begitu sejuk, membuat perjalan ini tidak melelahkan.

Sampai pada pos, kami mendaftarkan diri. Tentunya juga mengabadikan  gambar. Pemandangannya bagus sekali. Sekitar setengah jam kami berda disana, beristirahat sekaligus memakan bekal yang sudah disiapkan dari rumah. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan.
 
 sahabat saya berpose saat di pos
 saudara sepupu saya

 istirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan

Cukup lama perjalanan dari pos, akhirnya sampai juga kami di kaki gunung ijen. Setelah memarkir motor dan membayar biaya parker, kami bergegas menuju puncak. Sebenarnya tidak terlalu tinggi, terlebih jika dibandingkan dengan gunung semeru, ketinggian ijen jauh di bawahnya. Tapi  meskipun begitu, jalan untuk mencapai puncak sangat menanjak.

Sempat ibu ingin menyerah, tapi karena melihat semua masih semangat ibu  saya menjadi bersemangat kembali. Pemandangan kanan kiri adalah tanaman-tanaman perdu membuat perjalan sedikit melelahkan. Kami terus berjalan, hingga puncak tak jauh  dari mata. 

Subhanallah, pemandangannya indah sekali. Lereng-lereng gunung sekitar puncak ijen terlihat gagah membentang. Samapi pada puncak, pemandangannya lebih menakjubkan lagi. Warna kawah yang hijau, dipadukan dengan lereng gunung yang mengitarinya berwarna putih, seakan membungkam kami  yang melihatnya. 
 kawah ijen

Ibu dengan kaca mata hitamnya bergaya saat berada di puncak. Dengan senyum bahagianya, sekejap menghapus rasa letih perjalan yang saya lewati. 

 ibu saya dengan kaca mata hitamnya

puncak

 pemandangan di bawah kaki gunung

Sekitar pukul 1 siang kami segere turun, karena selain kabut mulai tebal, langit juga menandakan akan segera turun hujan. Sampai dibawah kami melaksanakan ibadah dan berlanjut untuk mencari warung makan. Setelah itu kami semua segera pulang ke rumah masing. 

Sampai dari rumah, ibu menyiapkan malam sambil membahas seru tentang liburan kami. Setelah itu kami beristirahat untuk menyiapkan diri esok hari.